Beranda / Berita / Pengusaha Jangan FOMO Buru-buru Pakai AI, Ini yang Harus Diperhatikan

Pengusaha Jangan FOMO Buru-buru Pakai AI, Ini yang Harus Diperhatikan

Senin, 15 Juni 2026
IT BPR Nusa
Pengusaha Jangan FOMO Buru-buru Pakai AI, Ini yang Harus Diperhatikan

Jakarta - Banyak perusahaan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi. Kini dunia usaha didorong untuk menjadikan AI sebagai inti operasional bisnis.
Hal itu mengemuka dalam AI Leadership Exchange 2026 bertema The Agentic Leap: Empowering Indonesia's Digital Leadership and Winning the Enterprise AI Race yang digelar hasil kolaborasi IBM Indonesia dan CIO Insight Indonesia.

General Manager IBM Asia Pacific Hans AT Dekkers mengatakan kesenjangan mulai terlihat antara perusahaan yang hanya menggunakan AI sebagai alat bantu dengan perusahaan yang menjadikan AI sebagai pusat aktivitas bisnisnya.

Menurut Hans, kelompok pertama umumnya memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Sementara kelompok kedua mulai membangun ulang proses bisnis, sistem pengambilan keputusan, hingga model operasional dengan menempatkan AI sebagai fondasi utama.

"Dan dua pendekatan ini menghasilkan dampak yang jauh berbeda," ujar Hans dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan dunia saat ini tengah bergerak menuju era Agentic AI. Berbeda dengan Generative AI yang membantu manusia menghasilkan konten atau informasi, Agentic AI menghadirkan agen-agen digital yang mampu menjalankan tugas, mengambil keputusan, serta berkolaborasi secara aktif dengan manusia.

Pandangan serupa disampaikan Chief Technology Officer dan Vice President of Sales Engineering IBM Asia Pacific Jerry Zhu. Menurutnya, AI dalam waktu dekat tidak lagi hanya berfungsi sebagai pendukung bisnis, melainkan menjadi bagian dari model bisnis itu sendiri.

"Pemenangnya adalah perusahaan-perusahaan yang mengutamakan AI (AI-First), bukan sekadar perusahaan yang diaktifkan oleh AI (AI-enabled)," katanya.

Meski demikian, para pelaku industri mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi AI tidak hanya bergantung pada teknologi. Salah satu tantangan terbesar justru berada pada kualitas dan integrasi data.

Hans dan Jerry menilai banyak proyek AI gagal memberikan hasil maksimal karena data perusahaan masih tersebar di berbagai sistem yang tidak saling terhubung. Akibatnya, AI kesulitan memperoleh konteks yang dibutuhkan untuk menghasilkan keputusan yang akurat dan cepat.

Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji mengingatkan perusahaan agar tidak mengadopsi AI hanya karena takut tertinggal tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).

Menurutnya, investasi AI harus memiliki tujuan bisnis yang jelas agar mampu menghasilkan nilai tambah dan pengembalian investasi yang terukur.

Sementara itu, Information Technology Director BNI Toto Prasetio menekankan bahwa transformasi AI tidak hanya berkaitan dengan teknologi. Perubahan budaya kerja dan kesiapan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan implementasi.

Di sisi lain, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Ricardo Irwan Rei mengatakan Indonesia perlu mulai memikirkan pengembangan teknologi AI secara mandiri sebagaimana dilakukan China melalui model AI seperti DeepSeek dan Qwen.

Menurut Ricardo, langkah tersebut penting untuk memperkuat kedaulatan teknologi nasional dalam jangka panjang.

Pemanfaatan AI juga semakin mendapat perhatian di sektor perbankan. Pelaku industri menilai AI akan menjadi kapabilitas strategis yang mendorong perbankan menuju operasional yang semakin otonom.

Namun, implementasinya tetap harus dilakukan secara hati-hati mengingat industri keuangan juga harus menjaga keamanan data, memenuhi regulasi, serta memastikan ketahanan operasional tetap terjaga.

Bagikan berita/artikel ini:

Pusat Bantuan Mekanisme Pengaduan Kontak Cabang

Hubungi via WhatsApp

Respon cepat untuk pertanyaan

Telepon & Email Cabang

Hubungi kantor operasional kami

Pengaduan Nasabah

Sampaikan keluhan atau kendala

Tata Cara Penyampaian
  • 1
    Secara lisan melalui telepon, call center, atau datang ke kantor BPR Nusa.
  • 2
    Secara tertulis via surat, WhatsApp, e-mail, atau website. Sertakan identitas & dokumen pendukung.
Proses Penerimaan & Penyelesaian
  • 1
    Bank menerima dan mencatat pengaduan Anda.
  • 2
    Meminta kelengkapan bukti pendukung.
  • 3
    Verifikasi identitas dan menjelaskan proses penyelesaian.
  • 4
    Tindak lanjut, analisis masalah, dan pemberian solusi.
Buat Pengaduan Baru Cek Status Pengaduan

Pastikan Anda telah membaca mekanisme di atas sebelum membuat pengaduan.