Berita

Singapura Siaga Corona, Perlukah RI Setop Penerbangan?

11 Februari 2020

Singapura meningkatkan status kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona. Perlukah Indonesia menutup penerbangan dari dan ke Singapura?


"Kita tidak menutup dari dan ke Singapura, begitu juga dari dan ke Malaysia, kalau dari dan ke China langsung kita tutup," ujar Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (10/2/2020).

Sejauh ini, menurut Awaluddin belum ada laporan dari maskapai terkait kemungkinan banyaknya pembatalan penerbangan dari Indonesia ke Singapura maupun sebaliknya. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan atas kemungkinan tersebut.

Mengingat bahayanya, apakah penumpang bisa membatalkan penerbangan yang sudah dipesan lewat paket travel?

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) Pauline Suharno perjalanan yang sudah dipesan tidak bisa dibatalkan pasalnya agen travel sudah mempersiapkan booking hotel maupun tiket pesawat dari jauh hari.

"Perjalanan dibatalkan sama sekali sudah tidak mungkin dari travel agent. Kalau untuk keberangkatan Rabu ini, otomatis penumpang sudah melakukan reservasi jauh-jauh hari kan ya. Semua persiapan yang dilakukan oleh travel agent pun sudah dilakukan sebelumnya," kata Pauline kepada detikcom, Senin (10/2/2020).

Lalu kalau ada pembatalan yang dilakukan akan membuat agen travel mendapat penalti dari hotel dan maskapai yang bekerja sama dengannya. Sehingga agen travel pun tidak bisa memberikan refund alias pengembalian uang penuh ke konsumen.

 

Pauline menegaskan bahwa agen travel tidak bermaksud untuk menjadi tega tanpa toleransi, namun memang pembatalan perjalanan tidak bisa tanpa potongan penalti.

Lain halnya apabila sudah ada travel warning dan pembatasan akses menuju ke Singapura. Otomatis agen travel akan mengusahakan melakukan pembatalan dan me-refund semua pembayaran secara penuh.

 

Sebelumnya, Indonesia sudah menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China per 5 Februari 2020 hingga waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut guna mencegah penyebaran virus Corona ke Tanah Air.

Akibatnya, terjadi penurunan lalu lintas (traffic) penerbangan internasional dari dan ke RI khususnya Bandara Soekarno-Hatta hingga 1,5%.


Akan tetapi, penurunan traffic tersebut tak terlalu signifikan. Pasalnya, penyumbang lalu lintas penerbangan terbesar masih berasal dari domestik yang bisa mencapai 80% dari total traffic.

Sedangkan, penerbangan internasional hanya menyumbang 20%-22% dan paling banyak sampai 25% dari total traffic.

 

Sebelum virus corona merebak, rata-rata traffic penerbangan jumlah rata-rata lalu lintas penerbangan di bandara Angkasa Pura II rata-rata tercatat sekitar 1.200 penerbangan per harinya. Sedangkan penerbangan dari dan menuju China hanya mencapai sekitar 126 penerbangan per minggu atau sekitar 14-16 penerbangan per hari.

Semenjak diberlakukan kebijakan tersebut, seluruh penerbangan dari dan ke China dihentikan total kecuali penerbangan tidak langsung untuk mengangkut kargo.